Strategi Mendapatkan Motivasi

sumber gambar : dewikata.blogspot.com

Peningkatan mutu pendidikan dapat diperoleh dengan mengedepankan Sumber Daya Manusia (SDM). Peningkatan ini dapat dibuat tiap individu maupun kelompok. Tergantung dari situasi. Karena komunitas yang dibahas adalah pada lembaga pendidikan, maka secara keseluruhan dilakukan secara kelompok. Bukan berarti secara individual dihilangkan sama sekali. Tim manajemen dapat melakukan upaya sebagai berikut :

Jihad dan Tauhid Sebagai Motivasi

Bila jihad kita terjemahkan dengan sungguh-sungguh, semangat tersebut merupakan ruh yang bersifat universal. Artinya, tidak hanya orang Islam yang memiliki semangat kesungguhan tersebut. Orang-orang kafir sekalipun pastilah akan memperoleh apa yang dia inginkan selama memiliki kesungguhan. (Tasmara 2008 : 37).

Lebih jauh dikatakan bahwa, yang membedakannya dengan semangat kerja dalam Islam adalah kaitannya dengan niat serta cara meraih tujuannya. Bagi seorang muslim, bekerja merupakan kewajiban yang hakiki dalam rangka menggapai ridha Allah. Sehingga kesadaran bekerja yang seperti inilah yang kita sebut jihad fi sabilillah.

Pemberian motivasi ini dapat berbentuk kajian materi pelajaran agar memperoleh nilai yang lebih besar. Dapat pula berbentuk pengajian rutin, baik siswa, guru mapun keluarga besar sekolah.

Peranan seorang pembimbing atau tutor yang mumpuni dalam ilmpu pengetahuan dan dasar-dasar agama sangat diperlukan. Karena seorang guru dalam memberikan pelajaran tidak hanya proses transfer ilmu, tetapi juga nilai yang akan membentuk karakter siswa.

Pelatihan

Setiap orang pasti ingin berprestasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang sangat cepat. Untuk mendapatkan informasi ilmu pengetahuan dan ketrampilan dapat dilakukan dengan cara pelatihan. Perburuan ilmu pengetahuan ini merupakan kebutuhan yang wajib dimiliki oleh semua orang yang tergabung dalam keluarga besar sekolah.

Kebutuhan prestasi tiap individu berbeda-beda. Menjadi kewajiban bagi tim manajemen untuk menyelenggarakan sebuah pelatihan yang didasari atas kompetisi. Karena tingkat pengetahuan, ketrampilan tiap individu berbeda, maka tujuan yang hendak diraih dalam pelatihan tersebut adalah standar minimal. Hasil pelatihan ini sebagai dasar pertimbangan bagi tim manajemen untuk menilai seseorang.

Kebutuhan prestasi ini merujuk pada teori hierarkhi kebutuhan Abraham Maslow atau teori dua faktornya Frederick Herzberg.

Maslow membagi kebutuhan menjadi 5 bagian yaitu kebutuhan : fisiologis, rasa aman, sosial, harga diri dan aktualisasi diri. Orang yang mengikuti pelatihan mempunyai motivasi yang berbeda-beda.

Sedangka teori dua kebutuhan lebih hanya ada dua tujuan yaitu : kepuasan dan ketidakpuasan. Faktor-faktor kepuasan diantaranya : prestasi, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggungjawab dan kemajuan.

Pemberian Insentif

Pemberian insentif atau hadiah, dapat dilakukan secara rutin atau insidental. Pemberian hadiah ini mengacu pada situasi dan kondisi. Hadiah yang diberikan secara rutin, hendaknya dilakukan dengan perlakuan peraturan yang telah disepakati bersama. Orang yang melakukan kompetisipun fokus terhadap pekerjaan yang telah digariskan. Demikian juga nilai tiap komponen harus dijelaskan serinci mungkin, agar tidak timbul tafsiran baru dikemudian hari. Adapun pemberian hadiah secara insidental, pihak tim manajemen melakukan penilain tersembunyi. Sifat pemberiannya juga khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *