Sertifikasi Teknologi Informasi bagi Guru

Dokumen IGI Kota Jogja

Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah berita yang cukup menarin, yang bisa membuat rasa bangga bagi kita semua bahwa 600 guru di DKI Jakarta telah menerima Sertifikasi Teknologi Informasi. Sertifikat diberikan oleh Dinas Pendidikan Provindi DKI Jakarta yang bekerjasama dengan Telkom Fleksi dan Universitas Bina Nusantara (Binus).

Piagam yang diberikan bukan hanya sekedar sebuah kertas tanpa maksud dan tujuan. Namun sebuah pengakuan dari lembaga yang berkompeten bahwa sipenerima piagam telah berhasil menyelesaiakan pelatihan dalam bidang Teknologi Informasi yang akan diterapkan dalam dunia pendidikan. Era digital learning diharapkan akan mengganti menulis dalam kertas.

Lompatan yang cukup membanggakan, sebab selama ini sudah banyak guru telah menerima berbagai macam pelatihan berbasis teknologi informasi, namun sertifikat yang didapatkan hanya untuk menambah tabungan point untuk program sertifikasi.

Program yang dilontarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta ini perlu mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan lain atau paling tidak unsur sekolah, agar supaya guru ditingkatkan SDM-nya lagi dengan pengadaan sertifikasi TI. Harapan yang muncul dengan adanya program ini adalah :

Pertama : Guru sebagai Agen Perubahan

Perubahan adalah alami. Sebagimana waktu terus berjalan mulai pagi hingga malam. Perubahan yang diusung oleh guru merupakan sikap yang terpuji. Penyampaian ilmu tak sekedar peningkatan pengetahuan, namun diikuti juga dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Guru adalah sebagai salah satu profesi untuk menyebarkan informasi yang mutakhir kepada orang lain khususnya siswa. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan disampaikan dan diulas oleh seorang guru dengan penuh kearifan.

Kedua, Guru sebagai Nara Sumber Pengetahuan

Berbagai macam sumber belajar telah tersedia, baik lewat media internet maupun lingkungan diseputar kita. Namun diharapkan guru juga membuat sumber belajar dengan memanfaatkan teknologi informasi. Karya sumber belajar ini bahkan bisa dimanfaatkan tidak hanya terbatas di kelas, namun bisa dinikmati oleh orang lain.

Sumber ilmu telah tersedia, tapi buatan seorang guru akan lain. Karena ilmu yang ia buat telah dipoles dengan unsur-unsur yang mendidik.

Ketiga, Teknologi Informasi yang Terarah

Benar bahwa dengan adanya teknologi informasi, wawasan diperoleh dengan sangat mudah. Namun informasi yang terarah masih sedikit kita jumpai. Dengan membanjirnya informasi di ranah media tanpa diikuti dengan filter justru akan membuat bingung.

Seorang guru dapat membimbing siswa agar supaya mengarungi media informasi ini sesuai dengan jiwa dan emosi siswa. Tidak semua alamat web memberikan nilai positip. Juga tidak semua web pembelajaran yang bersifat game sekalipun memberikan dampak yang baik buat anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *