Menanti TIK Kembali

ti

Tak berapa lama lagi, Insya Allah pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan masuk kembali ke sekolah. Apakah langsung masuk kurikulum atau bukan, tunggu saja informasi resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebagian rekan kami tentu saja gembira.

Selama beberapa tahun terakhir mata pelajaran TIK tenggelam. Karena, guru TIK dalam Permendikbud 45/ 2015 pengganti Permendikbud 68/2014 sudah jelas. Di mana, Permendikbud itu menyebutkan yaitu guru TIK dapat membimbing siswa, dapat memfasilitasi tenaga kependidikan, dapat memfasilitasi sesama guru. Pertama, ketika guru membimbing siswa maka harus memenuhi standar jumlah anak yang dibimbing. Di mata pelajaran bimbingan konseling (BK) atau guru BP sebanyak 150 siswa maka guru TIK juga harus mengajari 150 siswa.

Guru TIK juga membimbing sesama guru. Ini karena guru TIK menjadi centre yaitu dia bisa lintas yaitu mengarahkan, membuat perencanaan di sistem pembelajaran termasuk aplikasi. Sementara kalau fungsi memfasilitasi tenaga kependidikan, kata dia, maka guru TIK juga membantu mempersiapkan, merencanakan, dan mengimplementasikan bagaimana mendukung kegiatan manajemen di sekolah itu.

Kepala Balitbang Kemendikbud, mengatakan, nantinya materi yang akan diajarkan dari mapel Informatika akan lebih berat dari mapel TIK sebelumnya yang lebih teoritis dan mudah. Mapel Informatika akan mempelajari Computational Thinking dengan materi STEM Computer Science or Coding Computer Programming. “Mapel TIK di masa lalu memang tak cukup untuk menjadi mapel karena materinya adalah materi-materi yang terlalu mudah dan dangkal.

Computational Thinking (CT) adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran. CT memang memiliki peran penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun CT juga dapat digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika dan ilmu pengetahuan. Siswa yang belajar CT agar bisa melihat hubungan antara mata pelajaran, serta antara kehidupan di dalam dengan di luar kelas.

Berpikir komputasi adalah teknik pemecahan masalah yang sangat luas wilayah penerapannya. Tidak mengherankan bahwa memiliki kemampuan tersebut adalah sebuah keharusan bagi seseorang yang hidup pada abad ke dua puluh satu ini.

STEM adalah materi pelajaran gabungan yang terdiri dari Science, Technology, Engineering dan Mathematics. Ke depan, keempat ilmu itu digabung menjadi satu. Di beberapa Negara, mata kuliah STEM memperlihatkan minat yang meningkat.

STEM adalah kurikulum interdisipliner, sehingga harus mempelajari multi skill. Ditambah lagi industri sains dan teknologi yang sedang berkembang pesat, maka sangat dibutuhkan para lulusan yang ahli dalam bidang-bidang ini.

Jalan yang akan ditempuh masih panjang. Langkah-langkah awal harus ditapaki. Kemampuan digital harus dimiliki oleh seluruh guru, bukan hanya guru mapel Informatika. Karena selama ini guru mapel informatika banyak direpotkan oleh guru-guru jadul yang tidak mau berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *