Terjebak Framing, Masih Layakkah Media Dipercaya?

oleh : Ryan Mintaraga Framing menjadi isu hangat belakangan ini terkait kondisi sosial politik jelang Pemilu, umumnya dituding dilakukan oleh media-media massa tertentu. Tapi, apa itu framing? Secara harfiah, framing berarti pembingkaian, merupakan sebuah upaya menyusun atau mengemas informasi dengan tujuan membentuk opini atau menggiring persepsi publik. Satu hal yang perlu dicatat adalah: “Framing merupakan bagian dari strategi komunikasi media dan/atau komunikasi jurnalistik.” Jadi pada akhirnya framing tidak berdiri sendiri, ia berasal dari visi/agenda yang menjadi tujuan media tersebut. Ia merupakan bagian dari strategi. Apa yang menjadi agenda media tersebut, itulah yang coba dicapai melalui upaya framing. Bagaimana Framing Bekerja? Seorang klien saya kebetulan pernah bekerja di

» Read more

Riset “Big Data” Google untuk Menulis Artikel atau Berita

oleh : Pepih Nugraha Di era keterbukaan informasi ini, seorang penulis atau wartawan dapat memanfaatkan “Big Data” yang disediakan Google, tentu syaratnya dengan melakukan riset terlebih dahulu. Era “Big Data” saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketika sejumlah media besar dan bahkan kantor berita sudah berhasil mengolah data yang besar untuk dijadikan sebuah berita, di situlah pentingnya penulis dan wartawan “sadar data”. Bayangkan, dengan mengolah “Big Data”, sebuah institusi media dan bahkan kantor berita seperti Associated Press (AP) di Amerika Serikat sudah mampu meramal kejatuhan sebuah negara atau bakal terjadinya kudeta di sejumlah negara dalam periode tertentu. Lalu di

» Read more

Menanti TIK Kembali

Tak berapa lama lagi, Insya Allah pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan masuk kembali ke sekolah. Apakah langsung masuk kurikulum atau bukan, tunggu saja informasi resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebagian rekan kami tentu saja gembira. Selama beberapa tahun terakhir mata pelajaran TIK tenggelam. Karena, guru TIK dalam Permendikbud 45/ 2015 pengganti Permendikbud 68/2014 sudah jelas. Di mana, Permendikbud itu menyebutkan yaitu guru TIK dapat membimbing siswa, dapat memfasilitasi tenaga kependidikan, dapat memfasilitasi sesama guru. Pertama, ketika guru membimbing siswa maka harus memenuhi standar jumlah anak yang dibimbing. Di mata pelajaran bimbingan konseling (BK) atau guru BP

» Read more