BAHASA KEDUA DALAM TES PISA KITA

oleh : Satria Dharma Sebagai penggagas Gerakan Literasi Sekolah hasil tes PISA yang baru saja dirilis benar-benar membuat hati saya sedih dan kecewa. Saya pikir GLS yang dijadikan sebagai program resmi Kemendikbud yang kemudian disebarluaskan ke seluruh Nusantara selama beberapa waktu ini paling tidak akan memberi sedikit efek pada peningkatan nilai tes PISA 2015 kita ke PISA 2018. Faktanya malah menurun. Hasil Tes PISA 2018 kita kembali merosot ke poin 371. Sama persis dengan poin kita pada tahun 2000. Jadi 18 tahun berlalu dan kita masih berada di tempat yang sama dalam soal kemampuan membaca. Sungguh mengenaskan…! Ada apa yang

» Read more

4 Tips Agar Bisa PD Share Tulisan

Belum PD (percaya diri) share tulisan sendiri? Jika ia, kamu berada pada artikel yang tepat. Banyak penulis pemula yang belum PD share tulisannya sendiri ke orang banyak. Mereka lebih memilih karyanya buat kosumsi pribadi saja. Sehingga apapun yang ia tulis tidak akan di share ke mana-mana (media sosial, meupun media cetak). Mungkin masih banyak penulis yang menganut pemahaman buku diary, di mana tulisannya hanya untuk kosumsi pribadi saja, tidak untuk dishare ke banyak orang. Dampak Tidak Share Tulisan

» Read more

oleh : Eka Murti Jika penulis dan pembaca bertemu di GWRF 2019 (Gramedia Writer & Reader Forum) yang dibahas tentu saja BUKU. Bukan hanya proses perjalanan sebuah ide yang dieksekusi menjadi sebuah buku tetapi juga perjalanan buku-buku tersebut sampai ke tangan pembacanya dan dapat dirasakan manfaatnya. It’s not destination it’s a journey Yang terpenting adalah perjalanan itu sediri bukan tujuan akhirnya. Topik ini muncul saat berbincang dengan para petualang yang berkeliling Indonesia dan dunia serta menceritakan kisah-kisah seru mereka dalam sebuah buku. Ngobrol asyik bersama tiga petualang yang telah menulis buku tentang perjalanan mereka (Hendra Fu, Claudia Kaunang & Trinity)

» Read more

Peran Pustakawan dalam Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

oleh : Eka Murti Perpustakaan sejak dahulu telah menjadi fondasi dalam penyebaran ilmu pengetahuan yang dapat menjangkau masyarakat secara luas. Beberapa dekade lalu mungkin terkesan perpustakaan sebagai lembaga eksklusif kaum terpelajar. Sejatinya justru perpustakaan berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Meningkatkan angka melek alfabet bagi masyarakat yang belum terjangkau program pemberantasan buta huruf secara masiv. Dengan fokus utama pada mendekatkan serta menjadikan perpustakaan sebagai salah satu pilar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka perpustakaan sudah selayaknya menjadi lembaga yang berbasis inklusi sosial.

» Read more
1 2